3 Puisi Terbaik Mamun Gunawan, Terpenjara, Terperangkap Dan Puisi Dari GIE

0
87

Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Garut – Senin, 17 Desember 2018 ini, kami transformasikan beberapa karya tulis berbentuk puisi yang ditulis oleh Kang Mamun Gunawan, sosok dinamis yang nota benenya adalah Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi.

3 puisi yang di tulisnya, sudah lama belum sempat di publikasikan di media, mari kita simak hasil karya sastranya.

TERPENJARA

Karya : Ma’mun Gunawan

Terkurung diruangan sempit

Halilintar kian mengaum dan menjerit

Membuat hati
semakin tak bernyali…

Merenung di pojok sekolah

Kurasa diri sebagai manusia lemah

Terasa berat dengan secuil masalah

Tetap bertahan atau kalah…

Aku harus tetap berdiri tegak

walau terbungkuk

Banyak kata manis membuatku terpuruk

Sikap munafik terasa menusuk

Mulut terkunci tapi hati mengamuk…

Petir menyambar menyadarkan

Bahwa aku manusia biasa

Yang terlena dengan pujian berbisa

dan nyaris membuat binasa…

Duduk sendiri terpenjara keadaan

Membuat diri sulit membaca alam bawah sadar

Semakin rumit mencari siapa kawan

Cigedug, 24 Febr 2018.

TERPERANGKAP

Karya : Ma’mun Gunawan

Tak pernah terbersit

Walaupun sedikit

Berada dalam lingkaran pelik

Tak mampu mengurai dengan ujung jarum yang sempit..

Menelungkup hati, menunduk malu

Cerminpun tak kuasa ku pandang

Melihat wajahku yang tak lagi luguh

Penuh skenario lakon sutradara kondang…

Hati ini selalu berbisik

Namun kepalaku juga tak henti bergeming

Kontradiksi isi hati dan otak kepala

Melahirkan kemuakan yang prematur…

Tak kan surut berpantang

Ketika layar sudah dikembangkan

Menghadapi  oligarki dalam pesta kesenangan

Meski sadar diri akan remuk menjadi butiran..

Cigedug, 24 Febr 2018.

PUISI DARI GIE

Karya : Ma’mun Gunawan

Seperti sepih ditengah keramaian

Dingin menjalar tubuh

Meski cuaca panas berkeringat

Aku tetap masih disini mencari makna hakikat

Menggigil dalam kepanasan

Seperti geliat cacing tanah menyambut mayat

Aku tetap bertahan disini

mencari makna hakikat…

Kuingat selalu kata-kata puisi mu, gie…

Hidup memang penderitaan,

Kita hidup dan menerima itu

Sebagai suatu keniscayaan

Tapi, aku selalu ingat kata-kata puisi mu, gie…

Setidaknya, perjuangan harus tetap ada

Dan digelorahkan

sepanjang nafas masih bertarikan..

Akan selalu kuingat kata-kata puisi mu, gie…

Hanya ada dua pilihan,

Menjadi apatis atau mengikuti arus

Tapi aku memilih

Menjadi manusia merdeka

Dan tak akan pernah kulupakan,

kata-kata puisimu gie…

Lebih baik diasingkan

Daripada menyerah kepada kemunafikan

Cigedug, 24 Febr 2018.
MA’MUN GUNAWAN,
Ketua PGRI Kec. Banyuresmi.

(Wishnoe’71)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here