Anggaran Dana Desa Demi Kesejahteraan Masyarakat

0
89

Rudi Herdiana – JuggalaNews

Tokoh Masyarakat, Hidir Ginanjar. (Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Garut – Anggaran dana desa untuk fisik, mulai bergulir di Kab. Garut sehingga setiap desa segera melakukan pembangunan. Seperti halnya Desa Tarogong, dimana alokasi dana desa diserahkan kepada masing-masing RW, sesuai dengan pengajuan dalam musrenbang.

Salah satunya, pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Kp Tarogong Tengah RW 03 RT 04 terbagi 2 lokasi dengan gunakan pipa 6 inci sepanjang 75 meter dan 120 meter. Pemasangan pipa secara ditanam di jalan lingkungan dengan kedalam 60 cm sampai 1 meter.

Salah seorang Tokoh Masyarakat, Hidir Ginanjar kepada JuggalaNews mengatakan, bahwa tujuan pembuatan SPAL adalah mencegah banjir masuk ke rumah. Selain itu, untuk pembuangan air dari limbah rumah warga.

Pembuatan SPAL di Kp. Tarogong Tengah RW 03 RT 04 Desa Tarogong. (Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

“Pembuangan limbah nantinya disalurkan ke gorong-gorong serta berakhir ke kali yang berlokasi di Kp. Tarogong tengah RT 04 RW 03 Desa Tarogong. Pemanfaatannya, sekitar 30 rumah air limbah di dua titik dapat tersalurkan ke kali,” jelasnya.

Aku Hidir, meski lokasi spal berada di jalan lingkungan, namun biaya bisa ditekan karena adanya partisipasi masyarakat untuk berswadaya dengan jumlah seluruh pekerja inti sebanyak 8 orang. “Saat musim hujan kemarin, 3 rumah milik warga yang kebanjiran, maka SPAL dilokasikan di sini,” papar dia.

(Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Diakhir wawancara, dirinya berharap dengan adanya dana desa, dapat meningkatkan berbagai pembangunan di lingkungan, baik segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Agus Nuryaman selaku Ketua RW 02, menuturkan, dana desa dialokasikan untuk penataan Tempat Pemakaman umun, berupa pemasangan paving block. Tujuannya, tiada lain untuk keindahan, kebersihan sehingga terlihat rapi dan asri, karena jika tidak dipasang paving block saat musim hujan pasti becek dan kotor.

Agus Nuryaman selaku Ketua RW 02. (Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Selanjutnya, tambahnya dapat membantu warga yang tidak bekerja (penganggur) sehingga aktif dengan adanya pembangunan ini, meskipun bersifat sementara juga upah dibawah standar. Namun, tetap masyarakat sangat terbantu karena mendapat penghasilan.

“Para pekerja tidak memperhitungkan masalah upah, terpenting bagi warga adalah kebutuhan masyaraat aan pembangunan terlaksana dan dana dari pemerintah betul-betul tersalurkan demi kepentingan masyarakat,” upapnya.

pemasangan paving block di TPU di RW 02 Desa Tarogong. (Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Masih kata Agus, pemasangan paving block di TPU sepanjang kurang lebih 200 meter dengan lebar 120 meter, namun jika ada sisa anggaran maka akan dipergunakan di lokasi lain. Pasalnya saat pengajuan untuk pemasangan paving block sepanjang 1 km, namun karena keterbatasan anggran , maka baru terealisasi sebagian.

Aku dia, apapun program pemerintah, dirinya sangat mendukung, namun terpenting mampu meningkatan pendapatan warga, sehingga lebih sejahtera. “Marilah kita jaga lingkungan serta peliharalah semua hasil pembangunan agar bertahan lama,” pungkasnya.
(oga)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here