Antara Penjual Bakso Dan Siswi SMA Muhammadiyah Banyuresmi

0
128

Lilis Yuliati, S.Pd & Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Penjual Bakso Dan Siswi SMA Muhammadiyah Banyuresmi. (Foto: LY – news.juggala.co.id)

Garut – Kegiatan wawancara yang dilakukan oleh  tiga orang siswi pada seorang pedagang bakso di Kawasan Banyuresmi, mengusik perhatian JuggalaNews, Kamis 925/01). Para siswi tersebut, meminta izin dan mengutarakan masksudnya pada salah seorang penjual bakso serta menjelaskan maksud dan tujuannya.

Ke tiga siswi tersebut adalah Indri Aprilia, Iyut Sulastri dan Elin Sumiati, menyebutkan identitas sekolahnya. Mereka adalah siswi dari SMA Muhammadiyah Banyuresmi, kelas XI-IPS2 Jurusan IPS, sedang melakukan tugas mata pelajaran Bahasa Sunda dengan Guru Pembimbing Utami, S.Pd dengan mewawancarai nara sumber dengan format pertanyaan dan wawancara Bahasa Sunda.

Neneng (45 th) pedagang  bakso yang mengaku sudah hampir 17 tahun lamanya menekuni usaha jualan  bakso di kawasan KH. Hasan Arif, Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi menerima ke tiga siswi tersebut dan dengan komuniatif menjawab pertanyaan serta wawancara mereka.

SMA Muhammadiyah Banyuresmi di Kawasan H. Hasan Arief Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi. (Foto: LY – news.juggala.co.id

Menurut Neneng ketika ditanya oleh ke  tiga siswi tersebut menjelaskan, bagi dirinya lebih baik wira usaha sendiri dari pada bekerja dalam tekanan orang lain. Karena, dengan berusaha sendiri, mempunyai usaha sendiri adalah kepuasan.

“Kalau usaha sendiri kan bebas, mau istirahat ketika kita lelah, tidak diatur jam kerja, Alhamdulillah, selama ini berjualan, usahanya berjalan dengan lancar” tutur Neneng.

Neneng menjelaskan, tiap harinya dia menghabiskan kurang lebih 12 Kg daging sapi yang digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat  bakso.  Bakso miliknya tersebut diberi nama  bakso Kartinah dan biasa memulai jualannya dari mulai pukul 1.00 WIB sampai denmgan pukul 14.00 WIB, bahkan kadang-kadang jika agak sepi pembeli, bisa pulang sampai pukul 16.00 WIB.

Bakso Kartinah Di Kawasan KH. Hasan Arif, Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi. (Foto: LY – news.juggala.co.id)

Usaja Neneng cukup menjanjikan juga, terbukti dengan penghasilan yang didapat dalam tiap harinya bisa mencapai 1 juta rupiah, malah bisa mencapai 1,5 juta/hari.

Diakhir penjelasannya, Neneng menandaskan bahwa dalam berjualan atau usaha apapun harus mempunyai prinsif usaha yang kuat, harus tetap semangat untuk berusaha dan selama ini dirinya tidak pernah libur, tetap jualan.
(wish/oga).

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here