Darma Wanita Disdik Garut Gelar Tauziah, Sambutan Ny.Susi Totong Support Kiprah Suami

0
39

Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Seluruh Dokumen Dalam Pemberitaan Ini Oleh Wishnoe Ida Noor – news.juggala.vp.id

Garut– “Dalan Panca Darma wanita disebutkan bahwa  wanita sebagai  pendamping suami. Tentunya harus menjadi wanita yang kuat, tegar dan sabar, meskipun tantangannya dalam rumah tangga adalah sangat besar, terlebih jika menjadi istri seorang pejabat. Kita harus saling mengungatkan dalam rumah tangga pada suami”.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Darma Wanita Disdik Kabupaten Garut, Ny. Susi Totong pada acara rutinan silaturrahmi di persatuanDarma Wanita yang berlangsung di Aula Sartika Disdik kawasan Pembangunan.

Meski demikian kata Susi Totong, wanita sebagai ibu rumah tangga bagi anak dan suaminya, harus tetap saling menguatkan pada

Susi Totong memberikan apresiasinya bahwa, meskipun di luar banyak kesibukan, tapi ibu-ibu Kesatuan di Darma Wanita Disdik Garut, tetap solid melaksanakan kegiatan rutin ini.

Susi mengupas dengan bahasa sederhana point selanjutnya dalam Panca Darma Wanita, bahwa wanita sebagai pendidik anak .Memberikan contoh yang baik pada anak-anak  kita jangan sampai karena kesibukan orang tua, anak menjadi korban dan tidak terperhatikan.

Selanjutnya yang tak kalah henat adalah support pada organisasi kesatuannya Susi menegaskan, wanita sebahai pengatur rumah tangga, jangan terlalu membebani pada suami.

“Alangkah bagusnya kita punya penghasilan sendiri.Mengembangkan skiil yang dimiliki atau berbisnis.Terjadinya faktor suami selingkuh itu, bisa saja istri terlalu banyak nuntut,” ungkapnya.

Wanita sebagai pencari nafkah. Lebih terampil memenej keuangan. Selanjutnya wanita berperan di masyarakat, harus punya nilai pluss.

Diakhir sambutannya Susi Totong mengingatkan  pada kesatuan Darma Wanita Disdik Garut, agar menghindari sifat dan sikap tinggi hati, karena jabatan suami itu amanah dari Allah SWT.

Sementara tauziah selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Ade Ahmad, terkait dengan telah dekatnya idul Qurban, kita harus selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan dengan mentaati segala perintahnya, karena jika umur diemput kita tidak akan pernah tahu kapan dan di mana.

Ustadz Ade dalam tauziahnya menceritakan kisah perjalanan  Nabi Ibrahim dan putranya Isma’il. Nabi Ibrahim  adalah bapak tauhid dan sosok yang taat pada Allah SWT.

Karena kecintaan dan ketaatannya pada Allah SWT, ketika nabi Ibrahim meminta diberikan keturunan yang sholeh, Allah mengabulkannya seorang putra yang bernama Isma’il.

Tapi, setelah mempunyai putra yang dicintanya, Allah memerintahkan untuk menyembelih anaknya. Sebagai rasa ketaatannya pada Allah SWT, maka setelah di ceritakan akan perintah tersebut kepada Isma’il, sebagai putra yang taat pada ayahandanya dan pada Allah, perintah itupun dilaksanakannya.

“Hal itu berdadarkan mimpi yang dialami oleh nabi Ibdahim bahwa dia mimpi menyeblih anaknya sendiri,”ungkap Ustadz Ade.

Berdasarkan kisah nabi Ibrahim dan nabi Ismail tersebut, sambung Ade sebelum mengakhiri tauziahnya, bahwa hal itu mengisyaratkan, betapa pentingnya membangun kerjasama dalam rumah tangga.

“Wanita bisa dikatakan luar biasa, karena tugasnya sangat berat, mengurus rumah tangga, anak dan suami. Tapi, tetap tidak melupakan kodrat dan tugasnya, tetap hormat dan setia pada suami. Maka ketika suami tidak menghargai kerja keras dan pengabdian istrinya adalah kebangetan.Tapi, istri harus tetap menghormati dan menempatkan suami sebagai pemimpin di dalam rumah tangga,” pungkasnya.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here