Dinas Peternakan Kab.Garut Rencanakan TPI Mobile Bagi Para Nelayan

0
23

Wishnoe Ida Noor & Hartono – JuggalaNews

Ir. H. Sofyan Yani, M.Si Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Garut (foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

Garut – Ir. H. Sofyan Yani, M.Si Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Garut di temui JuggalaNews di kantornya kawasan Patriot, Kamis (08/8) terkait bantuan dari pemerintah pusat atas kunjungan anggota IV BPK RI beserta rombongan dalam rangka penyerahan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kp. Jolok Batu Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi, sejauhmana implementasinya H. Yani menjelaskan, bahwa pihaknya memfasilitasi kegiatan dari pusat.

Bantuan tersebut Restocking ikan Nilem 200 ekor untuk Bagendit dan calon induk buat beberapa kecamatan. Dari Garut sendiri lanjutnya, kami memberikan bantuan, memfasilitasi Resto King dari Balai Benih Ikan di Bayongbong. Restocking tersebut  diperuntukan bagi Restocking diperairan, baik di Situ, Perairan Umum dan Bagendit.

Sementara untuk pemberdayaan nelayan di Garut cukup banyak, pihaknya memberikan bantuan para nelayan seperti kapal, jarring, rumpon, pancing dan sumber anggarannya dari APBN, ungkapnya.

Untuk pembedayaan tersebut kata H. Yani, menggunakan anggaran dari APBD melalui pemberdayaan dengan cara pendekatan kelompok dengan cara pembinaan, pelatihan. “Karena anggaran APDB relatif kecil. jika sasarannya satu persatu itu tidak mungkin,” tandasnya.

Lebih lanjut H. Yani menambahkan, bahwa selama ini nilai anggaran untuk pemberdayaan nelayan bersumber dari  DAK sekitar 700 juta, disebar pada bidang budi daya tangkap ikan.

Ketika disinggung adanya asumsi dari sebagian nelayan terutama di wilayah Selatan yang merasa masih dimarjinalkan, Kadis Peternakan membantah bahwa itu tidak benar, karena semuanya diberdayakan termasuk yang hadir pada acara di Bagendit 2 itu. Pihaknya mengundang perwakilan dari kelompok nelayan.

Progres untuk para kelompok nelayan yang menyangkut permodalam mereka, upaya yang dilakukan yaitu sosialiasi dengan para petani dan pihak Perbankan. Mereka  diundang baik BUMN, BRI, BJB, Mandiri dan lainnya, meski untuk pemberian bantuan pada para nelayan itu ada sedikit keraguan dari pihak Bank, tapi image tersebut oleh pihaknya terus di kikis, dengan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa tidak seburuk itu.

Sebagai bahan evaluasi sebagai tindak lanjut dari tangkap ikan itu, terus berusaha untuk pembinaan kesejahteraannya melalui kebijakan pelatihan-pelatihan  pemberdayaan yaitu pemanfaatan hasil pengolahan  ikan agar tidak langsung di jual ke tengkulak, tapi kita coba dengan pelatihan bagaimana pengolahannya agar dapat nilai tambah.

Pelatihan pengolahan ikan dan sumber daya alam laut seperti rumput laut, diberikan pada para nelayan dan dijaga kelangsungan ekosistemnya.

Selama ini nelayan Kabupaten Garut, sudah tidak punya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), mereka para nelayan sudah terikat permodalan secara ijon sehingga untuk masuk ke pasar ikan untuk pelelangan itu sudah tidak bisa, dan kini TPI sudah diambil alih oleh Provinsi.

“Renacana ke depan dari Dinas Kabupaten Garut akan membuat TPI Mobile secara berkeliling agar nilai jual lelangnya bisa tinggi”, harapnya mengakhiri penjelasan pada JuggalaNews.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here