Disnaker Dukung Berdirinya Perusahaan Di Garut

0
82

Hartono – JuggalaNews

Drs. Rd. Tedi, M.Si, Kepala Disnaker Diruang Kerjanya. (Foto: Hartono – juggala.co.id)

Garut – Perusahaan merupakan sebuah solusi untuk meningkatkan taraf ekonomi, namun berdirinya perusahaan di Kabupaten Garut selalu menuai masalah, entah apa penyebabnya? akan tetapi jika prosedur pembangunan perusahaan dilakukan dengan benar dari mulai izin lingkungan juga kompensasinya jelas tentu saja akan berdampak positif yang signifikan.

Kenyataan dilapangan dari hasil analisa bukan berartiĀ  masyarakat menolak, karena masyarakat butuh lapangan pekerjaan yang akan menopang kehidupan secara perekonomian. Akan tetapi yang selalu menjadi akar permasalahan, tidak terakomodirnya kehendak yang berbau kepentingan. Sehingga masyarakat mudah dipolitisir dan sebaliknya perusahaan yang hadir di Garut, menyuruh orang kepercayaanya untuk tidak melaksanakan sesuai aturan. Sehingga berdampak cemburu sosial yang mengakibatkan terganggunya projek berdirinya perusahaan.

Drs. Rd. Tedi, M.Si, Kepala Disnaker diruang kerjanya, pihaknya mendukung dengan pembangunan pabrik atau perusahaan di Garut karena akan berdampak positif yang begitu besar buat masyarakat dalam peningkatan ekonomi dan jelas juga akan membangkitkan PAD yang sangat signifikan untuk Garut.

Diungkapkanya, bahwa di Garut sebenarnya para petani hanya sedikit, tapi yang banyak adalah buruh tani yang penghasilanya sudah tidak seimbang dengan nilai beli saat ini. Selain itu buruh tani akan mempunyai penghasilan ketika musimnya saja bertani, beda halnya dengan pekerja pabrik dimana mereka akan mendapat penghasilan tetap setiap bulanya yang bisa mereka andalkan untuk memanuhi kebutuhanya secara rutin, bahkan bisa dijadikan jaminan ketika memang harus terpaksa memilki hutang piutang.

Tedi juga mengatakan bahwa pihaknya akan melindungi baik pabrik, perusahaan termasuk karyawanya dengan aturan yang sudah diundang-undangkan. Sementara untuk keluhan karyawan perusahaan, pihaknya sudah menyiapkan bagian mediasi untuk setiap sengketa antara perusahaan dengan karyawanya. Sehingga kedua belah pihak merasa terlindungi dari unsur provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab, dan untuk perusahaan sudah ada tim pengawas dibawah naungan provinsi yang akan mengawasi tindak tanduk yang dilakukan perusahaan jika tidak sesuai peraturan atau melanggar peraturan.

Pihaknya akan menerima pengaduan setiap karyawan atau perusahaan yang tidak mematuhi aturan, karena setiap karyawan tetap harus memilki surat perjanjian kerja antara karyawan dengan pihak perusahaan, untuk UMK Kabupaten Garut saat ini Rp. 1.538.909,- itu merupakan gajih pokok yang wajib diterima setiap karyawan tetap disetiap perusahaan. Di Kabupaten Garut, tambah Tedi saat ini berkisar 65.761 orang pengangguran hasil data SUSENAS BPS Tahun 2015 sekarang yakin sudah bertambah karena bisa diperkirakan berapa ribu pertahun lulusan SMU/SMK dan perguruan tinggi yang menyelesaikan pendidikanya, dan di Garut masih banyak tenaga kerja siap pakai sesuai keilmuanya, Tandasnya.
(dwi/dwi)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here