Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani Kabupaten Garut.

0
101

Wishnoe Ida Noor & Yani Supriatna, SP – JuggalaNews

Acara Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani Kabupaten Garut. (Foto: Die – news.juggala.co.id)

Garut – Point-point penjelasan Bupati Garut, Rudy Gunawan pada acara Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani Kabupaten Garut di Kp. Babakan Sari Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan bersama Kelompok Tani Segi Mukti, Senin (23/01), dihadapan tamu undangan bahwa LP2B penyedian pangan berkelanjutan dan kedepan lebih di tingkatkan lagi.

Nantinya, jelas Bupati, Di kawasan ini akan di pasang plang. Apabila sudah masuk pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B,), maka tidak boleh di bangun dan di alih fungsikan.

Rudi juga menegaskan, bahwa Surplus 150 ton beras sebagai persedian pangan di Kabupaten Garut, Kementerian Pertanian serta Bulog bekerjasama dalam membeli beras sesuai dengan harga pasar.

Pada hari ini lanjutnya, merupakan acara panen dan serapan gabah perdana yang di laksanakan di Kabupaten Garut, dimana Kabupaten Garut merupakan penghasil penyediaan pangan nasional.

“Pada hari ini, saya bergembira karena di sini telah hadir perwakilan dari Kementrian Pertanian dan ikut menyaksikan acara panen dan serap gabah di Kabupaten Garut,” ucap Rudy.

Areal Pesawahan di Kp. Babakan Sari Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan. (Foto: Die – news.juggala.co.id)

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, bahwa Kabupaten Garut adalah penghasil jagung terbesar se Jawa Barat dengan hasil panen 5.000 ton dan dapat memenuhi kebutuhan pangan Nasional. Semoga Kabupaten Garut Kedepan, tetap aman dan lebih sejaterah.

Kegiatan ini di lakukan untuk memotivasi para petani agar lebih baik lagi dalam mengolah sawah dan hasil panennya untuk kesejahteraan bersama dan tidak impor beras terus menerus sehingga harga padi dan beras pribumi tidak jatuh.

Selain itu sambung Rudy, sebelum mengakhiri sambutannya, bahwa banyak lahan sawah produktif yang airnya cukup untuk mengairi sawah, tapi sawah tersebut sekarang banyak menjadi perumahan.

Apabila pengembang perumahan yang terus menggunakan lahan sawah produktif, tidak menutup kemungkinan beras indonesia akan di impor dari luar Negeri dan harga beras di pasaran nantinya akan mahal.

Sementara sambutan dari Kementrian RI melalui Kabid Upsus Pajale Jabar, Banon mengungkapkan, bahwa Kabupaten Garut berdasarkan luas lahan panen, merupakan Kabupaten terbaik se Jabar berkisar 1.700 Ha luas lahan sawah di Kec. Pameungpeuk yang terhampar.

Hasil panen serapan gabah di Kabupaten Garut lanjut Banon, sangat membanggakan dan semoga kedepan lebih membanggakan lagi, terlebih di wilayah Kabupaten Garut sudah terbebas dari UPT dan wereng ini harus di pertahankan.

“Kami sudah mulai diskusi dengan unsur terkait, semoga kedepan lebih banyak lagi penyerapan gabahnya dan dapat mengantisipasi lebih awal untuk serapan gabahnya,” jelas Banon.

Kantor Dinas Pertanian Kawasan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul. (Foto: Die – news.juggala.co.id)

Kementerian Pertanian dan Pemerintahan Daerah, tidak mau mendengar tangisan dari para petani, agar kami lebih memperhatikan lagi para petani untuk mendapat harga gabah dan beras yang lebih komersial dan bersaing sesuai harga pasar.

Dalam hal ini imbuh Banon, Bupati Garut bekerjasama dengan Bulog, telah menyiapkan lahan 10 ha yang disiapkan di Kecamatan Leles untuk di bangun penggilingan dan pengolahan hasil panen gabah. Semua itu adalah dalam upaya untuk mensejahterakan petani Kabupaten Garut.

Banon juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan pada para petani yang telah berhasil mempertahankan hasil panen. Sehingga, Propinsi Jabar adalah sebagai penghasil serapan gabah terbesar tingkat Nasional dengan hasil 1,3 juta ton, pungkas Banon.

Acara Gerakan Panen dan Serap Gabah Petani Kabupaten Garut dengan luas lahan sawah yang akan di panen, lebih kurang 3 Ha dan di hadiri sekarang 150 orang dengan Kordinator Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

Tamu undangan yang hadir tersebut adalah Danrem 062/TN kolonel Inf Tantan, S. IP, Bupati Garut H. Rudi Gunawan, Kementrian RI Kepala Badan Karantina Kepala Bidang Upsus Pajale Wilayah Jabar, Banon, Kabid Upsus Pajale Jabar Ir. Ferdi, Kasiter Rem 062/TN Letkol Inf Tedy, Dandim 0611/ Garut Letkol Inf Asyraf Azis, S. Sos, Pabanya Wanwil Dam III/SLW Letkol Inf Muklis.

Hadir juga, Kadis Pertanian Kabupaten Garut Ir. Beni Yoga Santika, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Hj. Enok, Pasiter Dim 0611/ Garut Kapten Inf Udin Aahyudin. Unsur Muspika Kec. Wanaraja dan Kec. Pangatikan, Danramil 1106/Malangbong Kapten Inf Hasibuan, Kepala Bulog Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Garut serta Kelompok Tani Kec. Pangatikan.
(wish/oga).

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here