KETIKA AHLI IBADAH DIGODA SEORANG WANITA

0
32

Artikel Eksklusif Juggala

Oleh : H Derajat

Ini sebuah kisah penuh hikmah yang bisa kita ambil sebagai contoh untuk kehidupan sehari-hari. Seorang ahli ibadah yang terkena fitnah dan kena hukuman, bagaimana ahli ibadah mengatasi godaan keduniaan berupa wanita cantik.

Dalam kisah ini betapa Allah mencintai orang yang terkena fitnah,namun tetap menjaga perintah Allah untuk DIAM. Bayangkan apabila peristiwa ini terjadi padamu, ketika terkena fitnah dan nyawamu menjadi taruhannya, namun Tuhan memerintahkan untuk DIAM, karena sekali dia mengaduh akan hancurlah dunia beserta isinya, akankah engkau diam sebagaimana sang ‘abid ?

Ibnu Abbas mengkisahkan dari Ka’b Al Akhbar -semoga Allah meridhoi keduanya. Dulu dizaman Bani Israel, terdapat seorang Shiddiq yang menyendiri untuk beribadah kepada Allah, dia bertahun tahun berada di tempat peribadatannya. Biasanya sang Raja mengunjunginya setiap pagi dan sore, dan sang raja berkata : ‘Apakah ada yg kau butuhkan ?’.

Ahli ibadah berkata : ‘Allah Maha Mengetahui kebutuhan-kebutuhanku’.

Allah menumbuhkan untuknya pohon anggur didekat tempat peribadatannya dan setiap hari berbuah, Jika ‘abid merasa haus, dia tinggal menjulurkan tangannya maka keluarlah air dari pohon anggur dan si ‘abid minum darinya.

Sampai pada suatu hari lewatlah seorang perempuan yang sangat cantik diwaktu maghrib dan memanggilnya :

‘Wahai hamba Allah’.

‘Abid : ‘Iya, saya disini’

Perempuan : ‘Apakah Tuhanmu melihatmu ?’

‘Abid : ‘Benar, Dia adalah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, Yang Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati dan Membangkitkan orang-urang yang ada didalam kubur.’

Perempuan : ‘Rumahku jauh, bolehkah aku masuk ?’.

‘Abid : ‘Naiklah kemari dan masuklah’

Ketika perempuan tersebut telah masuk ketempat peribadatannya ‘abid, dia melepaskan semua pakaiannya tanpa terkecuali hingga perempuan berdiri dengan telanjang bulat dan menggoda si ‘abid.

Seketika itu juga ‘abid memejamkan matanya dan berkata :

“Celakalah engkau, tutupilah dirimu”.

Perempuan : ‘Tidak akan menjadi masalah, jika malam ini engkau bersenang-bersenang denganku”.

Kemudian ‘abid berkata kepada nafsunya :

“Wahai nafsu, bagaimana pendapatmu ?”.

Nafsu : “Demi Allah, aku ingin bersenang2 dengannya”.

‘Abid :  “Celakalah engkau wahai nafsu, apakah engkau ingin memakai pakaian dari api neraka dan menghilangkan ibadahku selama ini ?_tidak setiap orang yang zina itu dimaafkan dan sesungguhnya orang yang zina akan masuk kedalam neraka yang apinya tidak pernah padam dan siksaannya tidak pernah sirna, aku khawatir jika Allah murka kepadamu dan tidak meridhoimu selamanya”.

Nafsu terus menerus merayu, agar dituruti kemauannya, kemudian ‘abid berkata :

‘Aku akan memasukkanmu kedalam api yang kecil, jika engkau mampu bersabar maka aku akan menuruti keinginanmu bersenang-senang dengan perempuan ini”.

Kemudian ‘abid mengambil lampu dengan minyak penuh dan sumbu yang tebal, sedangkan si perempuan yang telanjang bulat hanya mendengar dan melihat saja.

Lalu ‘abid meletakkan tangannya kesumbu lampu yang sedang menyala dan berkata kepada sumbu lampu :

“Apa yg terjadi denganmu ? bakarlah tanganku !”.

Kemudian sumbu tersebut membakar jari jempolnya ‘abid, jari-jarinya dan juga tangannya ‘abid.

Perempuan yang hanya melihat saja tadi tiba-tiba menjerit dengan sangat keras, bahkan sampai meninggal dunia.

Lalu ‘abid menutupi tubuh perempuan tersebut. Pagi telah datang dan Iblis semoga Allah melaknatnya- berteriak-teriak :

“Wahai para manusia, sesungguhnya ‘abid telah berzina dan dia membunuh perempuan yang dicabulinya”.

Kemudian datanglah sang Raja beserta para pejabat dan tentaranya ke tempatnya abid, kemudian Raja berkata :

“Wahai ‘abid, dimana perempuan itu”.

‘abid : “Ada disini bersamaku”.

Raja : “Suruh dia turun”

‘abid : “Tidak bisa, dia sudah meninggal”.

Raja : “Engkau tidak puas dengan zina, bahkan engkau membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah ?”

Kemudian tempat peribadatan tersebut dihancurkan, ‘abid dikalungi rantai dan diseret, sedangkan tangannya yang terbakar ditutupi oleh ‘abid dengan kain.

Perempuan yang meninggal di bawa turun dan ‘abid tidak menceritakan kisah yang telah terjadi.

Diletakkan gergaji di atas kepalanya ‘abid dan dia akan dibelah menjadi dua, kemudian raja memerintahkan kepada algojo untuk menggergaji kepalanya ‘abid.

Ketika gergaji telah sampai ke otaknya, ‘abid mengeluh :

‘Aduh….’

Maka Allah memberikan wahyu kepada malaikat jibril alaihis salaam :

“Katakan kepada ‘abid, jangan mengucapkan satu katapun, Aku disini melihatmu, engkau telah membuat Malaikat hamalatul arsy dan juga semua malaikat langit menangis, demi Keagungan dan kewibawaan-Ku, jika engkau mengaduh untuk yang kedua kalinya, maka akan Ku jatuhkan langit kepada bumi”.

Lalu ‘abid tidak mengaduh lagi dan tidak berkata apa-apa sampai dia meninggal. Setelah ‘abid meninggal, Allah mengembalikan ruhnya perempuan dan perempuan berkata :

“Demi Allah, ‘abid meninggal dalam kondisi terdholimi, dia tidak melakukan perzinahan dan aku masih perawan yang suci”.

Kemudian perempuan tersebut menceritakan kisah yang sebenarnya terjadi. Mereka membuka kain yang menutupi tangannya ‘abid, ternyata memang benar kisah perempuan itu, bahwa tangannya ‘abid terbakar sebagaimana yang diceritakannya.

mereka berkata :

“Jikalau kami mengetahui yang sebenarnya, tentu kami tidak akan menggergajinya.’

‘Abid terbelah menjadi dua dan jasadnya tergeletak diatas tanah dan perempuan tersebut kembali wafat. Kemudian mereka menggali satu kuburan untuk keduanya dan mereka menemukan bau minyak misik, ambar dan kafur.

Ketika mereka mau mensholati keduanya, ada suara dari langit :

“Tunggu dulu, sabarlah hingga para malaikat mensholati keduanya”.

Kemudian orang-orang mensholati dan menguburkan keduanya, lalu Allah menumbuhkan pohon bunga melati dikuburan keduanya dan merekapun menemukan secarik kertas yg bertuliskan :

“Bismillahirrohmaanirrohiim, Dari Allah Azza Wajalla kepada hamba dan kekasih-Ku, sesungguhnya Aku mendirikan mimbar dibawah Arsy-Ku, para malaikat berkumpul dan malaikat Jibril berkhutbah, dan Aku mempersaksikan kepada malaikat, bahwa Aku menikahkanmu dengan 50.000 pengantin dari syurga firdaus, dan seperti inilah yang Kuperlakukan kepada orang yang ta’at dan selalu muroqobah kepada-Ku”.

Wallahu a’lam.

H.Derajat,
Pasulukan Loka Gandasasmita.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here