[Liputan Eksklusif] Asep Suparman, Berharap Miliki Gedung Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma

0
117

Lilis Yuliati, S.Pd & Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Asep Suparman, Ketua Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma. (Foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

Garut – Berbicara tentang Pencak Silat dan cikal bakalnya Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma, Minggu (01/4), JuggalaNews berbincang dengan Asep Suparman atau yang lebih akrab di sapa Ee, ketika dirinya tengah menyaksikan anak-anak Paguron tengah melakukan latihan di Kp. Pasir Salam, Pasar Banyuresmi belakang UPT Pendidikan.

Rasa bahagia dan bangga atas lolosnya siswa-siswi dari SDN Banyuresmi 2 dan 3 ini lolos mewakili Kecamatan Banyuresmi guna mengikuti O2SN di Tingkat Kabupaten, sehingga kepeduliannya pada budaya bangsa umumnya Indonesia dan khususnya bagi masyarakat di Banyuresmi, telah mengobati perjuangannya selama ini beserta jajarannya.

Semua itu karena berangkat dari tujuan yang tulus, turut menjaga dan memelihara nilai-nilai luhur budaya Bangsa, melalui Pencak Silat. Sehingga telah menghantarkan anak-anak dari Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma mewakili SDN Banyuresmi 2 dan 3, dan sekarang terus kian intens dilatih dengan rutin, tekun serta terus menanamkan nilai-nilai religius di dalamnya.

Ketua, Sekertaris, Bendahara Dan Pelatih Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma (Foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

Asep Suparman atau Ee menceritakan secara runut bagaimana cikal bakal Gagak Lumayung dibentuk dan akhirnya di Banyuresmi sendiri lahir Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma dari awal sampai sekarang melahirkan anak-anak jebolannya syarat dengan prestasi.

Menurutnya, bahwa pada tahun 1955 ketika almarhum ayahnya dipanggil ke Bandung untuk menjaga Konferensi Asia Afrika, setelah itu dibentuklah 11 Paguron, 11 Pendekar dari Garut menjadi P3S Gagak Lumayung dan merupakan Paguron garda depan di Asia Afrika. Setelah itu, Gagak Lumayung berkembang di Banten, Cianjur, Cirebon, sehingga beberapa jurus dari kota-kota yang lain tersebut disatukan.

Di Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma yang dipimpinnya ini, menurutnya ada 3 tingkatan atau kelas yaitu, tingkat anak, remaja dan dewasa. Alhamdulillah diakui Asep bahwa dari tingkat anak, sudah menghasilkan 9 medali, untuk tingkat dewasa, 3 medali dan tingkat remaja, 4 medali.

Anak-Anak Didik Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma. (Foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

“Setiap ada pasanggiri, kami dipaksakan harus ikut, selain uji nyali prestasi bagi anak didiknya, diharapkan menjadi pengalaman dan bekal guna mengikuti ajang-ajang berikutnya, dan Alhamdulillah kami tidak pernah ketinggalan dalam setiap event yang di lombakan,” ungkapnya.

Keseriusan Asep, karena begitu peduli akan generasi penerus budaya bangsa di bidang Pencak Silat ini, memang tidak main-main, meski di Paguron jumlah pelatihnya masih bisa dihitung dengan jari, tapi mampu membuktikan sebagai Paguron yang siap tanding, serta menghantarkan anak-anak didiknya meraih prestasi yang gemilang, “sementara ini, di Paguron kami baru ada 3 tenaga pelatih, yaitu 1 orang Kepala pelatih, dan 2 orang pelatih,” jelasnya bersahaja.

Sebelum mengakhiri obrolannya dengan JuggalaNews, Asep berharap kedepan, agar lebih maju lagi dengan perkembangan yang signifikan dalam prestasi, dan yang tak kalah penting saat ini, menurutnya yaitu ingin punya Paguron atau gedung, agar anak didiknya bisa aman, nyaman ketika berlatih, karena selama ini dilakukan di alam terbuka.

Anak-Anak Didik Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma Sebelum Latihan. (Foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

Di dampingi Nina Marlina, selaku Bendahara dan Pengurus Harian di Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma, menambahkan bahwa kiprah Paguron di Tingkat Kecamatan dan Kabupaten, aktif mengikuti lomba, diantaranya pada tahun 2017 Olimpiade Olah Raga Siswa (O2SN) tingkat SD, seleksi tingkat Kecamatan meraih Juara 3, oleh Rosad Dhiaulhaq dari SDN Banyuresmi 3.

Lomba lainnya lanjut Nina, Pekan Olah Raga Pemuda Daerah (POPWILDA) di Musaddadiyah, pasanggriri di Cikajang mengirimkan 11 atlit dan berprestasi kelas ijen remaja putra, Juara ke 3, di SMK Pasundan, mengikuti 3 lomba Ijen Anak Putra Pemula, Juara 1, Kelas Ijen Anak Putra Madya, Juara 3 dan Ijen Remaja Juara 1 tingkat Kabupaten dapat prestasi beasiswa.

Bupati Cup di Desa Cihuni mendapat 9 medali, dari kategori tunggal anak putra Juara, tunggal putri Juara 1, ijen anak Juara 1, rampak anak 3 kelompok, rampak tingkat pemula Juara 2, rampak anak tingkat madya Juara 3, rampak anak tingkat utama, Juara 3. Kelas tunggal remaja putri, Juara 2, tunggal remaja putra Juara 2 tingkat utama dan tunggal tingkat pemula Juara 2.

Anak-Anak Didik Paguron Putra Pusaka Daya Wirahma Saat Sedang Latihan. (Foto: Wishnoe Ida Noor – news.juggala.co.id)

Bulan Maret kemarin O2SN, anak perempuan 2orang, laki-laki 3 orang mewamkili 3 SD dan alhamdulillah yang 3 itu, laki-laki Juara 1, 2 dan 3 dan Juara 1, 2 atas nama SDN 3 Banyuresmi merupakan utusan untuk ke Kabupaten, dan anak perempuan Juara 1 dan Juara 2.
(dwi/dwi)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here