(Liputan Eksklusif) “Sketsa Biasa Untuk Orang Luar Biasa” Mengundang Kagum Para Tokoh

0
107

Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Garut – Awal Desember 2018, informasi menarik kami transformasikan bagi pembaca budiman JuggalaNews. Perjalanan hidup seorang sosok Yana Supriatna, bagaimana dirinya melawan penyakit yang menggerogotinya sampai akhirnya bangkit dan mampu kembali berkarya, sampai karya seninya yang indah membuat sketsa Istri dari mantan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani dan sketsa Mas Agus serta Sketsa Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman.

Melalui tulisan dari Kang Yan Yan Agus Supianto, Kasie Kemitraan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Garut. Simak informasi selengkapnya.

Yana Supriatna (53) adalah sosok luar biasa, betapa tidak, Selama hampir dua tahun ia berjuang melawan gangguan fungsi otak alias stroke. Didukung sang istri, Sri Yuliasari (41), yang sudah 20 tahun mendampinginya, kini ia perlahan mulai bangkit. Ribuan karya yang ia namakan ‘SketsaTeraphy’ , termasuk yang terakhir, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengundang secara khusus Destra Yana – nama goresan sketsanya, saat berkunjung belum lama ini.

“Abdi berteman di IG (instagram) sareng aranjeuna, saterasna waktos nguping pa SBY bade ka Garut abdi ngadamel sketsa pa AHY, Bu Ani na ngomen. Saterasna stafna nga WA ka abdi nyungkeun nyeketsa nu sanesna. Waktos anjeuna tos dugi Tasik, ajudanana ngontak ngulem hadir upami Pa SBY tos di Garut,” ujar Yana, Jum’at malam (30/11).

Dalam IG-nya Ani Yudhoyono memang memberikan apresiasi kepada Detrayana. “Bapa Desra Yana dari Garut ini ahli membuat sketsa wajah. Kami sekeluarga sangat senang menerima suvenir sketsa wajah kami pada kesempatan kunjungan kami ke Garut,” ujar Ani Yudhoyono dalam sepenggal kalimat di Instagramnya.

Kesempatan bertemu dengan para tokoh berpengaruh memang salah satu obsesi yang ingin ia raih kembali, termasuk ia menyempatkan untuk bertemu langsung dengan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman.

“Aranjeuna ngaraos aya bentena antawis sketsaterapi sareng sketsa nu sanesna, nya diterangkeun ku abdi, bahwa efek tina keterbatasan gerakan tangan abdi akibat kelumpuhan abdi mung tiasa narik garis satu arab dari kiri bawah ke kanan atas,” kata Yana menceritakan pertemuannya dengan Wakil Bupati Garut.

Yana menyebut kiprahnya ini sebagai bagian obsesinya melalui Sketsa Biasa Buat Orang luar Biasa, sebuah penghargaan dirinya bagi sosok inspiratif yang menghasilkan karya bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. “saya akan kembali mengejar obsesi ini, makanya di IG saya tampilkan tagar  (#sketsaterapi_dua),” kata Yana yang sempat drop  karena obsesinya mendapat hambatan  dari para koleganya.

Yana atau Destra Yana, selama hampir dua tahun berjuang melawan gangguan fungsi otak alias stroke.  Akibatnya ia tidak bisa berbuat apa, untuk makan pun mesti disuapi sang istri yang telah mendampinginya selama 18 tahun, bahkan  sekadar memegang kwas tidak bisa ia lakukan.

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang wajib menafkahi istri dan empat putranya, tentu menjadi beban berat tersendiri. Namun, beban itu sirna tatkala istri pendamping hidupnya, Sri Yuliasari, memberikan spirit untuk tetap survive.

Hobbi mengambar, kemudian menjadi awal kebangkitannya melawan penyakit itu. Perlahan ia mencoba menggoreskan pinsil 8B-nya diatas kertas bekas. Amat berat, bahkan keringatpun keluar saat berjuang mengoreskan gari-garis panjang dan tebal yang membutuhkan power tinggi bagi seorang penyandang stroke. Dengan dorongan kuat dirinya dan support sang istri, akhirnya rintangan awal terlalui. Akhirnya ia bisa membuat sketsa yang sempurna.

Dengan memanfaatkan media sosial ‘facebook’, di wall pribadinya Dapur Sketsa Destra Yana, hasil karyanya telah mendunia. Dari Inggris, New Caledonia, Australia, Belanda dan Jepang, serta sahabat medsos dari luar Garut lainnya adalah bukti  hubungan pertemanan jejaringnya. Dengan keahliannya kini, lelaki kerahiran Tasikmalaya ini mampu menyekolahkan keempat putranya.

Di studio berukuran amat minim, kini banyak berserakkan hasil karyanya mulai dari sketsa masyarakat biasa, seniman, camat, politikus, hingga capres dan cawapres pun ia goreskan menjadi sebuah karya membanggakan dan inspiratif dari seorang yang telah berjuang melawan penyakitnya.
(Wishnoe’71)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here