Menjaga Gotong Royong

0
69

Oleh : Edy Kuntoro – Staff Dinas PUPR Kab. Garut

Edy Kuntoro, staff Dinas PUPR Kab. Garut. (dok: Edy)

Pencanangan bulan bakti gotong royong masyarakat ke XVI tingkat Propinsi Jawa Barat 2019 telah usai tanggal 30 April yang lalu dan suatu prestasi membanggakan bahwa kategori desa terbaik I adalah Desa Sindanggalih Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut. Namun hal yang paling terpenting adalah bagaimana semangat gotong royong masyarakat tetap terpelihara dipelosok masyarakat ?

Mungkin tidak banyak yang mengetahui/menyadari bahwa gotong royong merupakan salah satu ciri khas karakter/jati diri Bangsa Indonesia, seperti yang dikatakan M.  Nasroel, 1967, “gotong royong merupakan Falsafah Indonesia”. Falsafah yang berbeda dengan falsafah Barat dan Falsafah Timur, dimana filosofinya termanifestasi dalam ajaran mufakat, pantun-pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, gotong royong dan kekeluargaan (www.wikipedia.org)

Semua sama dalam kebersamaan
(Dok. Edy K)

Selanjutnya bagaimana kita sebagai Aparat Sipil Negara mensikapinya? disaat arus globalisasi menyebabkan karakter Bangsa ini mulai tergerus, bahkan dibeberapa tempat terutama perkotaan sudah hilang?. Jauh-jauh hari, Pemerintah Kabupaten Garut telah mencanangkan gerakan “Hayu Bebersih” yang dilaksanakan tiap hari Jum’at bagi segenap lapisan masyarakat dan aparat Pemerintah dengan maksud terpeliharanya nilai-nilai yang diinginkan.

Bagi aparat yang bekerja dilapangan, gerakan yang tak lain adalah gotong royong merupakan nafas baru yang pelaksanaannya dapat mensinergiskan Pemerintah dan masyarakat. Salah satu cara untuk membangkitkan nilai gotong royong ini bagi aparat Pemerintah adalah menyadari manfaat dan tujuan gerakan tersebut.

Semua sama dalam kebersamaan
(Dok. Edy K)

Apa manfaat yang didapat dari aparat Pemerintah ketika penggalakan gotong royong bersama masyarakat ;

  1. Masyarkat akan tergugah untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Terdapat banyak kasus dilapangan bahwa gotong royong yang telah membudaya akan meringankan tugas Pemerintah, sebagai contoh ketika terjadi jebolnya saluran atau longsoran, bahu membahu masyarakat dan aparat dengan mudah dan cepat terlaksana tanpa menunggu waktu.
  2. Solidaritas dan rasa kekeluargaan. Paling terpenting dalam gotong royong dengan masyarakat adalah semua atribut pribadi yang melekat harus dilepaskan, semua derajat adalah sama, maka timbulah rasa hormat menghormati, solidaritas serta kekeluargaan. Ini penting karena setiap permasalahan yang muncul (terkait pembangunan) akan lebih mudah terselesaikan jika merasa berkeluarga dibanding dengan orang asing, bukan begitu ?
  3. Menghemat “Anggaran”, pada saat bersama-sama di tempat gotong royong, seringkali menjadi ajang curahan hati masyarakat terkait permasalahan yang ada. Tentunya ini menjadi data awal yang cukup rinci/detail bagi perencanaan (memudahkan) karena dapat langsung dilakukan survey lapangan, wawancara tokoh masyarakat. Kegiatan ini memangkas waktu perencanaan serta menjadikan perencanaan yang ditindaklanjuti kegiatan pembangunan akan lebih tepat sasaran dan tepat secara teknis.

Tentunya masih banyak lagi manfaat dari gotong royong ditinjau dari berbagai aspek. Namun yang perlu ditanamkan dan dicamkan adalah seperti uraian Prof. Dr. Koentjaraningrat, Bapak  Antropologi Indonesia, “Gotong Royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera

–Ayo Gotong Royong–

Sumber :
www.bappeda.jabarprov.go.id
http://majalah1000guru.net/2016/05/budaya-gotong-royong-globalisasi/
www.wikipedia.org
http://ciputra-uceo.net/blog/2016/2/15/gotong-royong-dan-manfaat-gotong-royong-bagi-kehidupan/
http://pengayaan.com/5-manfaat-dari-gotong-royong/
http://news.juggala.co.id/tumbuhkan-gotong-royong-pupr-keliling-kelurahan/
(oga)

baca juga: http://news.juggala.co.id/makna-earth-day-2019-bagi-irigasi-cimaragas/

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here