Merangkul Hati Perempuan

0
28

(Farhanah Fitria – Founder @komunitastemanberbagi)

Mendorong remaja perempuan untuk memiliki karakter baik dengan tidak menghilangkan jati dirinya bukanlah hal mudah. Perlu upaya dan daya bersama agar kekuatan mendukung tidak pernah timpang. Proses mendidik karakter adalah sebuah usaha barengan. Sebab, karakter ini secara tidak langsung melibatkan aspek perkembangan baik kognitif, afektif, bahkan psikomotorik sebagai satu kesatuan. Banyak harapan yang ingin muncul dari diri saya kepada mereka (re: remaja Panti Asuhan). Salah satunya adalah memiliki karakter yang kokoh agar mereka mampu menjalani kehidupan yang bermakna, produktif, dan berkecukupan. Sebab, siapa sangka dari diri mereka akan menghasilkan keluarga yang kuat dan stabl. Saya percaya bahwa mereka mampu tumbuh sebaik-baiknya.

Meskipun, saya tidak mampu memungkiri bahwa obrolan dengan remaja perempuan pertama kali memang tidak mudah ya, ada saja perasaan ragu apakah topik yang disampaikan cocok dengan usia mereka. Terlebih lagi, upaya untuk mendorong remaja perempuan untuk tumbuh dan berkembang perlu dukungan dari berbagai pihak. Banyak yang harus dipertimbangkan dengan baik-baik, terlebih prinsip melatih kebijaksanaan kepada mereka jauh lebih baik daripada menjadi genius. Dalam arti lain, mengajarkan prinsip kebaikan dapat membantu mereka untuk menentukan arti menjadi manusia. Bahkan, kebaikan yang ada di diri mereka mampu menggiring mereka dalam meningkatkan rasa bahagia. Seperti yang dikatakan oleh Aristoteles bahwa hidup adalah tentang kebaikan. Kita tidak mampu bahagia kecuali menjadi baik, termasuk dengan diri sendiri.

Mereka perlu mengenal tujuan hidup kemudian mengetahui arah gerak. Selepas dari asrama, mereka harus beranjak kemana. Mereka juga perlu belajar menyayangi diri sendiri dengan penguatan kata-kata baik. Being kind and understanding towards oneself during instances of pain/failure, rather than harshly self-critical. Sehingga, upaya-upaya untuk meyakinkan bahwa perempuan mampu berdiri dengan karakter unik miliknya. Memberikan kepercayaan bahwa setiap dari mereka adalah unik. Setelah ini, harapan terbaik adalah remaja perempuan Panti Asuhan dapat tumbuh secara fisik, intelektual, emosional, bahkan rohani di setiap tahap perkembangan mereka dengan sebaik-baiknya.

Setidaknya, hidup bagi mereka tidak sekedar hidup melainkan sebuah kompas batin yang mampu mereka andalkan. Semoga demikian adanya.

Oga Dasdi

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here