Mudik Lebaran

0
66

Wishnoe Ida Noor – JuggalaNes

Pantai Pamayangsari Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, ilustrasi dokumentasi pribadi penulis – news.juggala.co.id

Cerpen Oleh : Lilis Yuliati, S.Pd

Mudik lebaran tahun ini, Dek  Yusuf berangkat satu Minggu  sebelum Hari Raya Idul fitri. Kata Ibu, mudik lebih awal, supaya tidak macet dan tidak terburu-buru. Mereka mudik ke Kota Tasikmalaya, tempat kelahiran Ayah, tepatnya Cipatujah. Rencananya mudik kali ini akan pulang pergi tanpa menginap di rumah paman, bibi  juga Uwa, apalagi untuk lebaran disana. Mereka  harus pulang pergi, karena ada beberapa  pekerjaan  yang harus Ibu kerjakan.

Mereka berangkat setelah sholat subuh, supaya tidak terlalu malam kembali lagi ke Kota  Garut. Selama diperjalan, Dek Yusuf sangat senang sekali, karena bisa menikmati pemandangan yang sangat indah. Diantara jalan yang berkelok-kelok.  Ada bukit, gunung, kebun karet, hutan albasiah dan  pantai.

“Horeee… pantai, Dede  suka sekali dengan pantai Bu”, kata Dek Yusuf kegirangan, ketika melihat pantai. Ibu hanya tersenyum dengan tingkah anaknya. “Nanti pulannya kita mampir dulu ke pantai ya Bu!”, rengek Dek Yusuf kepada Ibu yang duduk di sebelahnya. “Iya… sekarang juga boleh, kita istirahat dulu di pantai”, kata Ibu seraya menyuruh  Pak Arif, sopir yang mengemudikan  mobil yang mereka tumpangi ,untuk istirahat  di pantai Pamayangsari  Cipatujah Tasikmalaya.

Pemandangan di pantai Pamayangsari Cipatujah, sangat indah sekali. Banyak lalu lalang para nelayan yang baru pulang melaut. Perahu nelayang yang baru merapat,  di tambatkannya di tepi pantai. Perahu yang berwarna warni  menambah indah  Pantai Pamayangsari pagi itu. Sungguh pemandangan pantai yang sangat indah dengan langitnya yang biru,hembusan angin yang  sejuk,  ombak berkejaran menyapu pasir di pesisir pantai, sungguh indah Ciptaan Sang Maha Pencipta.

“Bu… kalau pantai sama ombaknya ciptaan siapa?”, tanya Dek Yusuf kepada Ibu.  Tersenyum Ibu mendengar pertanyaan anaknya itu. Sambil mengelus kepala Dek yusuf  penuh kasih, Ibu menjelaskan kalau pantai adalah ciptaan Allah SWT. Lalu Ibu balik bertanya kepada Dek Yusuf,” coba sayang, kalau gunung dan laut ciptaan siapa?”. “Allah”, jawab Dek Yusuf dengan cepat. Ibu tersenyum bangga dengan jawaban anaknya yang sedang asik menghitung perahu nelayan ditepi  pantai itu.

“Perahunya ada 30 Bu!”, kata Dek Yusuf, meyakinkan Ibu yang berdiri di sampingnya. Setelah merasa cukup beristirahat, akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan mudiknya, yang hanya tinggal  beberapa menit lagi, waktu tempuh ke rumah paman,bibi  juga Uwa, adik dan kakaknya Ayah.
(wish/oga)

***
CV Penulis:

  • Lilis Yuliati, S.Pd :
  • Guru SDN Banyuresmi 3
  • Mahasiswa Tekpen Pasca Sarjana IPI Garut

Cerpen Terkait :

Link:

 

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here