Pemadaman Listrik Di 4 Desa, Sempat Menuai Protes Warga Garsel

0
124

Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Seluruh Dokumentasi Dalam Pemberitaan Ini Oleh Aep – news.juggala.co.id

Garut– 2 hari satu malam warga di 4 desa merasakan gelap dari terangnya aliran listrik, yaitu desa Desa : gunung jampang, kecamatan Bungbulang, desa Cileuleuy, desa Garumukti, kecamatan Pamulihan,desa Panawa, kecamatan Pamulihan, dan wates desa Linggarjati Kecamatan Pamulihan.

Hal itu terjadi pada saat penyambutan bulan suci Ramadhan padam listrik dalam buka puasa dan sahur, selama 2 hari 1 malam di hari Senin sampai Selasa, (6-7 Mei).

Atas kejadian tersebut, warga setempat mengadukannya pada LSM GEPAK di Kecamatan Pamulihan dan meminta bantuan pada Aep Saepudin.

“Awalnya saya menduga padam listri, gangguan teknis / gangguan alam, karena musim hujan. penyebab petir atau ketimpa kayu. Karena tidak mungkin ada kerjaan pemadaman, setahu saya PLN masih siaga dalam Pemilu, maupun umat islam merayakan penyambutan bulan suci Ramadhan,” jelas Aep pada Juggala melalui selulernya.

Wargapun banyak menghubungi kami dan mita bantuan informasi pemadaman listrik, serta meminta agar segera menyalakannya, karena padam senin jam 10:20.

Namun, sampai Jam 17.30 listrik belum nyala-juga,sedangkan mereka  mau persiapan buka puasa.

“Saya pun kaget atas pernyataan warga dan teman-teman di lembaga LSM GEPAK. seperti itu keluhan dari wilayah di 4 desa tersebut,” ungkapnya.

Aep langsung konfirmasi  ke meneger PLN Cikajang lewat WA, dia pun Respon bagus dan melakukan permohonan maaf serta menjelaskan, bahwa sebenarnya kami menjadwalkan pemadaman hanya sd pukul 16.00 WIB.

“Pekerjaan atas request dari PLTMH Cikopo, pekerjaan di pihak PLN tidak ada. Kami sudah tegur keras PLTMH atas kejadian ini dan mohon maaf sekali lagi,” tandas Azis dari Rayon PLN Cikajang.

Menurut Azis, pihaknya langsung melakukan cek ke lokasi, ternyata betul ada kerjaan pendor akora alih jaringan, pemadaman  dari jam:10 siang sampai jam 12 malam dan katanya sudah selesai.

Atas peristiwa tersebut, Aep menilai bahwa sungguh tidak menghargainya pihak PLTMH Akora terhadap  warga dalam awal buka puasa di bulan suci Ramadhan warga gelap penerangan lampu listrik, dan pemadaman listrik sebelumnya tidak memberi tahu surat edaran ke warga, bahkan ada kerjaan pemadaman.

“Dan saya liat orang-orang PLTMH akora Asal-asalan tak memikirkan pelayanan ke masyarakat yang membutuhkan aliran listrik,” tandas Aep.

Warga memita pada LSM GEPAK bersedia turun bantu warga. Dirinya berharap, semoga kejadian ini tak terulang lagi padam listrik yang tak memikirkan kebutuhan masyarakat banyak.

“Dan saya harap pihak PLN ditrisibusi GARUT / PLTMH bila ada pemadaman, ngasih tau sebelumnya ke warga yang sudah di aliri listrik. Supaya hubungan PLN dan masyarakat tetap harmonis, pungkasnya.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here