Pemerintah Harus Maksimalkan Aksebilitas Untuk Disabilitas

0
47

Rudi Herdiana – JuggalaNews

Salma Rahmasari. (Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Garut – Kepedulian Pemkab Garut terhadap difabel dan disabel, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Pariwisata Goes To Difabel. Dari puluhan peserta yang hadir, seorang peserta bernama Salma Rahmasari mewakili disabilitas tuna netra.

Menurut salma kepada JuggalaNews, dirinya mengucapkan terima kasih karena sudah dilibatkan, sekaligus mewakili disabilitas lainnya. Dengan dilibatkan dalam acara ini, bahwa kehadiran disabilitas terutama disabilitas netra merasa diakui terhadap peranan dalam sosialisasi ini.

Selain itu, lanjut dia, bisa mendengarkan langsung program-program, khususnya program Pemerintah  Kab. Garut yang akan disosialisasikan di Garut, berkaitan dengan disabilitas. “Seandainya sosialisasi tentang disabilitas tetapi disabilitas itu sendiri tidak dilibatkan, lantas siapa lagi, karena yang dibicarakan disabilitas, maka disabilitas yang harus dilibatkan,” imbuhnya.

(Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

Selanjutnya, dapat mengetahui apa saja program Pemerintah  untuk disabilitas. Kalaulah dalam kegiatan ini ada diskusi yang berkenaan dengan disabilitas, mungkin dirinya bisa mengikuti atau menanggapinya apabila berkaitan erat dengan tuna netra karena dirinya mewakili tuna netra.

Harap dia, dirinya tidak muluk-muluk karena menyadari program Pemerintah  itu, bukan hanya untuk disabilitas saja. Akan tetapi diharapkan Pemerintah  memaksimalkan fasilitas disabilitas yang sudah ada di Garut. Misalnya trotoar yang merupakan jalan aksebilitas, itu dimaksimalkan

Pada kenyataannya, masih kata Salma, padahal trotoar itu adalah jalan aksebilitas, tapi kenapa ditengah trotoal ada saluran yang terbuka atau terpasang tiang listrik dan lainnya. Jelas hal tersebut dapat mencelakan disabilitas, khususnya disabilitas tuna netra.

(Foto: Rudi Herdiana – news.juggala.co.id)

“Bagaimana kalau kami (tuna netra) tidak bawa tongkat dan mengkuti jalan itu dan masuk ke saluran itu, jadi itu bukan mengakseskan, melainkan mencelakakan. Kondisi seperti itu, berada hampir di tiap trotoar, maka kami berharap Pemerintah menutup saluran/gorong yang terbuka dan memindahkan tiang-tiang yang berada di tengah trotoar,” harapnya.

Dijelaskan dia, hikmah yang dapat diambil dalam kegiatan ini, adalah kepekaan terhadap disabilitas khususnya disabilitas tuna netra, dalam artian belum tentu yang dirinya rasakan orang lain merasakan juga. Jadi teman-teman yang tidak dapat ikut, berarti saya mempunyai kewajiban untuk menyampaian kepada mereka, apa yang saya dapatkan di sosialisasi ini.
(oga)

Baca juga: http://news.juggala.co.id/tingkatkan-sadar-wisata-melalui-pariwisata-goes-to-difabel/

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here