Peran Komite Sebagai Kontroling, Bukan Stempel Sekolah

0
96

Ajang Pendi & Wishnoe Ida Noor – JuggalaNews

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Garut, Drs.H. Totong, M.Si (foto: Ajang Pendi – news.juggala.co.id)

Garut – Baru-baru ini banyak yang beranggapan peran fungsi Komite disinyalir sebagai kepanjangan tangan dari pihak sekolah, dalam mengeluarkan pertimbangan. Padahal Peran fungsi Komite hanya sebatas kontroling, bukan stempel sekolah.

Menanggapi prasangka negatif tentang Komite, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong, S.Pd. M.Pd menjelaskan, ” Pungli itu yang tidak ada dasar kebijakannya, seperti menjual buku, itukan tidak boleh karena sudah ada dana Bos, terkecuali orangtua ingin menambah wawasan silahkan beli, itu juga belinya dari penerbit atau toko buku, jangan beli dari sekolah, karena kalau ada sekolah menyelenggarakan itu akan mendatangkan kecemburuan. ujarnya. Kamis (08/08/2019).

Lanjut Totong, ” disekolah itu ada masyarakat yang mampu ada juga yang tidak mampu, itulah yang harus kita hargai, karena pemerintah sudah seragam menyediakan melalui itu, melalui Bos “, ucapnya.

Kadis berpesan, Peran Komite harus menjalankan fungsinya sebagai kontroling, bukan stempel sekolah, kontroling, mediasi, pertimbangan pertimbangan untuk kemajuan, memberikan suport ke pihak sekolah. Jadi menurut kami perankan fungsi itu, jangan sampai bahwa sekolah itu fungsi komite penggalangan dana, Kan dari Bos untuk kebutuhan SPM, ujarnya.

” Tetapi untuk SD, SMP itu sifatnya bantuan sumbangan sifatnya tidak memaksa. kita butuh untuk pengembangan sekolah, itu silahkan dalam bentuk bantuan sifatnya tidak mengikat tidak memaksa, yang mau juga silahkan, yang ga nyumbang juga silahkan, standar minimalnya seperti apa berapa, hanya bukan pungutan “, imbuhnya.

Mengenai jumlah anggota Komite, dijelaskannya, ” Itu sudah jelas 50% dari orang tua wali murid, 20% dari tokoh masyarakat, agama dan 30% dari pakar pendidikan mantan kepala sekolah, dosen, dan yang kuliah. Itu ganjil 50,30,20 itu kan bisa 5 bisa 7 dan bisa 9 paling banyak di SD, SMP 5 atau 7, pungkasnya.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here