Polemik Pencalonan Direksi PDAM Mengikuti Bursa Bawaslu Mendapat Kritikan Tajam

0
109

Ajang Pendi & Aris Paisal – JuggalaNews

Garut– Pantauan JuggalaNews, Berkaitan dengan mendaftarkannya diri salah sorang direksi PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut, Aja Rowikarim sebagai salah seorang kontestan Bakal Calon Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten, mendapat keritikan tajam dari anggota DPRD Garut Alit Suherman, Senin ( 12/08 ) siang.

Dikatakan Alit kepada JuggalaNews, bahwa semestinya ketika seseorang ingin mengikuti penyelenggaraan negara, maka yang bersangkutan, semestinya harus mengundurkan diri. “Pada hari ini Pak Aja Rowikarim, tidak tepilih di Bawaslu dan jabatannya sebagai Plt. Direktur Umum PDAM, sebelumnya juga harus mengundurkan diri,” jelas H. Alit.

Lebih jauh H. Alit menjelaskan, bahwa hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu pasal 85 huruf i, dinyatakan dengan tegas bahwa calon anggota lembaga penyelenggara pemilu harus mengundurkan diri dari partai politik, BUMN dan BUMD pada saat pendaftaran, tandasnya.

“Kalau pada hari ini, masih bekerja sebagai direksi PDAM, artinya dia harus menjungjung tinggi menghormati aturan-aturan yang berlaku, apalagi memang kalau paham terhadap aturan itu, maka saudara Aja salah satu unsur direksi PDAM, ketika ingin mendaftar ke Bapilu, itu seharusnya harus mengundurkan diri,”tegas dia.

Dipaparkan Alit, ada beberapa orang dari jajaran PDAM yang ikut mencalonkan legislatif, ia sudah mengundurkan diri, maka harus diikuti juga oleh Pak Aja, karena  harus memberikan contoh,” jadi, Pak Aja, jangan bergelut diaturan yang salah, dia harus mengambil salah satu resiko, kalau hari ini namanya tidak terpilih diBapilu, ya.. resiko dia, tentu saja harus mundur, kalau dia tidak mundur, jelas sudah melanggar aturan yang ada,” ungkapnya.

Sementara Aja Rowikarim saat di komfirmasi, dirinya memberikan argumen atas keritikan pedas dari salah seorang anggota DPRD Garut, Alit Suherman, menurutnya, tidak ada aturan yang dilanggar, tidak ada ketentuan yang dilanggar, dasarnya dari sisi mana aturan yang dilanggar?, tidak ada yang dilanggar “, tukasnya kepada JuggalaNews, Senin (12/08) siang.

“Kan saya tidak mundur, kemudian diperifikasi melalui wawancara, ya.. kita tidak mengundurkan diri, akhirnya tidak diterima di Bawaslu.  Dikarenakan Aja Rowikarim, tidak mengundurkan diri dari direksi PDAM, akhirnya dia tidak diterima di Bawaslu, dan hal itu dibenarkan Aja, katanya setelah diperifikasi di wawancarai dan dirinya  tidak mundur dari Direksi, karena tidak diterima di Bawaslu “ ungkapnya.

Aja menambahkan, yang menjadi alasan mencalonkan di Bawaslu itu, kepedulian saja, kita ketahui proses penyelenggaraan Pemilu, karena dia juga mantan ketua KPU. “Memang saya tangung jawab untuk memberikan informasi saran pendapat, ternyata saya juga memahami aturannya, kita ga bisa, kita sadar betul, sehingga ketika Bawaslu menyampaikan minta pengunduran diri, saya tidak bisa mengundurkan diri dari direksi PDAM, tidak mundur dari PDAM, pungkasnya.
(Noe/Noe)

 

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here