(Puisi Ekslusif) T I D U R K U

0
46

Oleh : Ki H. Derajat

Pagi ini, Rabu. Tepatnya tanggal 07 November 2018. Seakan tidak seperti biasanya, H. Derajat selaku Pimpinan dari Pasulukan Loka Ganda Sasmita, menuliskan insfirasinya melalui untaian kata puitis, tapi makna yang terkandung di dalamnya pengejewantahan dari artilel yang kerap ditulisnya.

Puisi “Tidurku” yang dituliskannya, adalah gambaran, bagaimana kita menafsirkannya seperti rutinitas semata, namun jika di kaji lebih dalam bahwa semua itu, baik tidur.. dibangunkan dan terbangun, adalah karena kuasa Allah SWT.

Simak kedalamannya di JuggalaNews pagi ini, semoga bermanfaat bagi kita.

 

Tidurku adalah matiku …
anganku, keakuanku, derita, bahagia
semua sirna tertelan ketakberdayaan …

di sanalah aku mesra dengan Engkau
wahai awal hidupku,
wahai akhir hidupku,
wahai s’luruh hidupku,

Wahai sahabat…
Sungguh tiada sujud di sana
yang ada hanya sunyi,

Itulah setinggi-tinggi puji
dan akhir dunia ini

Ilahi …
Ketakberdayaan membuatku
lebur dalam diriMu dan kuasaMu.

Bersama sunyi kuarungi
kehidupan ini
Sepi, hampa berbakti
penuhi hasratku

Ilahi, Kau penuhi hatiku
dengan cinta yang akan
kubawa mati …
umatku,
kasihku,
inilah aku …

Anakku, tidurku adalah
Mi’raj kecilku …
Keheningan dalam ketidaktahuan
dan ketidakberdayaan
mengajarku kehampaan
yang penuh mukjizat

Bahkan tak satupun Malaikat mendekat …
Hanya…
Syahadat ruh menemaniku
menjumpai Tuhanku …

Dalam rindu, ruhku
terkulai layu dalam peluk
Kekasihku…

Ilahi, Ilahi
jangan tinggalkan aku … !!

Bangunku dari tidur
adalah kematianku
Tiap saat kubawa, kuusung Ka’bah Al-Bayt
kemanapun kupergi
dan di manapun kuberada …

Dengan kasih kupandang
manusia karena
akulah Masjidil Haram
tak bertembok

Dalam hatiku malaikat, setan,
dan ruh kalian berthawaf
“Qalbu al Mu’min Bayt Allah”
fahamilah dan jangan
menjadi kafir.

H.Derajat,
Pasulukan Loka Ganda Sasmita.

(Wishnoe Ida Noor’71)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here