Semwork Akbar Gratis Bersama IPI Dan UPI

0
63

Lilis Yuliati, S.Pd, M.Pd – JuggalaNews

Seluruh Dokumentasi Dalam Pemberitaan Ini Oleh IPI Garut – news.juggala.co.id

Garut – Prof. Dr. Dinn Wahyudin, MA (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia), Kadisdik Garut, H. Totong, M.Si, Apar Rustam, M.Pd (Ketua SEGI), Dr. Erwin Harahap, S.Si., M.Eng,.(Universitas Pendidikan Indonesia), Prof. Dr. Maman A. Djauhari, DEA selaku Direktur Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia, Dr. Hj. Jamilah, M.Pd (Wakil Direktur Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia), Assc. Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd. M.Si. M.CE (Delegasi Indonesia untuk UNESCO), H.Ahmad Margana, M.Pd (Dosen Pascasarjana IPI Garut), Dr. H. Mahdar Suhendar, M.Pd (Ketua PGRI Kab.Garut), Dr. Ayat Suryatna, M.Si (Dosen UPI),  Dr. H. Hudiana Hernawan, M.Si (Dosen IPI), Dr. H. Deddy Setiawan, M.Pd (Dosen Pascasarjaa IPI), Dr. Rudiyanto, M.Si 9Dosen UPI) dan Dr. Mubiar Agustin, M.Pd (Dosen UPI).

Itulah sederet nara sumber yang akan mengisi kegiatan Seminar dan Workshop (Semwork) yang akan diselenggarakan secara road show di 4 tempat diantaranya pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2019 di Pendopo Garut. Seminar selanjutnya di Kecamatan Pameungpeuk pada bulan Agustus, seminar ke 3 di Kecamatan Malangbong, dan seminar ke 4 di kampus IPI Garut.

Membangun kesadaran di dalam menerapkan suatu penandasan, bahwa pendidikan itu tanggungjawab semua pihak dan bersifat  konprehensif. Kiranya hal itu bukan isapan isapan jempol semata.

Suatu gebarakan akbar, dijawab dengan kerja nyata oleh pihak IPI Garut, sebagai suatu lembaga pendidikan yang tetap konsisten di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkonstribusi signifikan dalam pembangunan.

Seperti mudah, tapi tak semudah membalikan kedua belah telapak tangan. Menumbuhkan sikap kebersamaan dan membangun sinergi dengan semua pihak, perlu kerja keras.

Seminar ini sangat bagus dan sangat bermanfaat terutama oleh para pendidik yang ada di Kabupaten Garut, menghadirkan para praktisi pendidikan yang mumpuni.

Seperti penegasan Prof.Dr.Deni Darmawan, bahwa yang gratis, adalah transfer knowledge. bagaimana ini bisa di bangun, bagaimana bisa di bekali, bagaimana itu bisa dianggarkan. Itu adalah  sudah di rancang dalam perundangan yang berikutnya, melalui RENSTRA, RPJPD, RPJMD, dan RPJP. Tentunya itu merupakan kewenangan para pimpinan di Kalangan kepemerintahan.

“Saya katakan jika semua itu bisa dapat dengan gratis. Jadi itu alasannya secara  fundamental diharapkan mampu menyentuh  aspek mentalitas para generasi yang akan datang dan para pendidik, khususnya para guru,” tandasnya.

Maka dari itu para kepala Dinas, para pimpinan Pemda, para pimpinan  kompeten daerah, Provinsi, Nasional, itu baru membutuhkan sejumlah anggaran, ketika akan mendesiminasikan,mencetaknya,mengimplementasikannya, baru itu berhubungan dengan semua aspek, diluar dari acara hanya transfer knowledge ini.

“Ingat, pengetahuan itu tidak milik siapapun, tapi pengetahuan dan teknology adalah milik siapapun yang mau belajar, dan siapa yang punya motivasi”.

(Wishnoe Ida Noor)

Ikuti Kami
Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here